Minggu, 26 Desember 2010

Ujung Kubu

Seperti kata sebuah pantun,
Lima Laras ke Ujung Kubu.
Takado boras Jual kelambu..wkwkwk..
Seperti kata pepatah nya juga..
Kojo tak kojo sibu limo ratus.
Inilah salah satu istila yang sudah ngetop di batu bara khusus nya di ujung kubu.
Istilah-istilah sebegini adalah merupakan suatu kebiasaan yang timbul disuatu momen tertentu yang terjadi ditengah-tengah kehidupan sosial yang mana istila tersebut menjadi populer dan sering diucapkan oleh generasi kegenerasi sebagai bahasa perselorohan didalam pergaulan yang juga disebut oleh istilah anak sekarang adalah Bahasa Gaul.
Hal yang sedemikian adalah unik, lucu, dan sebagai penghibur jika dapat mengekprikan nya didalam pergaulan dimasyarakat di ujung kubu.
Terkadang ada-ada saja bahasa-bahasa yang baru timbul yangmana terkadang tidak dimengerti oleh orang-orang yang baru mendengarkan nya.
Sebut saja umpama nya;
MN,
BUAH PASEY,
BARANG MANTA,
Dan lain-lain.
Bahasa-bahasa seperti ini tidak dapat dicari didalam kamus bahasa melayu. Hanya saja orang-orang melayu yang berada di ujung kubu dan sebahagian daerah-daerah di batu bara sudah mengerti akan maksut dari bahasa tersebut.
Hari berganti minggu,minggu berganti bulan,dan zamanpun berganti zaman.
Sekian banyak kosa kata orang-orang melayu yang pada saat sekarang sudah tidak menjadi sebutan lagi di ujung kubu. Akibat dari kemajuan zaman dan tehnologi media yang semakin meluas bahkan tampa batasan nya ternyata sedikit sebanyak nya telah melenturkan dan melunturkan perbendaharaan bahasa melayu di ujung kubu. Malahan yang lebih ironis nya lagi ada pula segelintir orang-orang yang malu bertuturkan bahasa melayu bersama dengan orang kampung nya sendiri. Hal ini adalah pertanda bahwa menipis nya rasa kekitaan didalam ruang lingkup sosial ahir-ahir ini. Sehingga lambat laun kita akan lupa degan bahasa kita yang semakin hari smakin ditinggalkan. Bagaimanakah nasip bahasa melayu kita sekarang..?
Sudakah kita mempunyai kamus tentang hal ini.?
Atau tugas siapakah untuk mengekalkan semua ini ?
Karna Bahasa adalah menunjukkan bangsa, dan bangsa menunjukkan jati diri. Maka apabila jati diri itu sudah hilang SAMALAH KITA SEPERTI RUMA DATUK TAMPA RAJA NYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bisa juga beri komen anda di aendak@yahoo.com